Jalan-Jalan di GOR Samapta Magelang, GOR dengan View Terindah

Akhir pekan ini, MataLidah jalan-jalan ke komplek GOR Samapta yang bersebelahan dengan Stadion Moch. Soebroto di Jalan Tentara Genie Pelajar, Sanden, Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Sekitar 15 menit dari pusat Kota Magelang ke arah utara.

GOR Samapta dan Stadion Moch. Soebroto berlokasi di tepi sebelah timur Sungai Progo dan di sebelah barat berlatar belakang Gunung Sumbing. Kelokan Kali Progo yang diapit hamparan area persawahan nan hijau dan gagahnya Sumbing di kejauhan, membuat komplek gelanggang olah raga ini memiliki view sangat indah, terutama di pagi hari dan saat sunset. Cocok untuk tempat jalan-jalan, jogging atau bersepeda sambil menikmati indahnya pemandangan.

Komplek GOR Samapta dan Stadion Moch. Soebroto menyediakan arena bagi aneka jenis olah raga seperti sepakbola, atletik, tenis lapangan, bulu tangkis, dan bahkan olah raga air, dengan telah selesainya pembangunan Samapta Aquatic Stadium. Stadion Moch. Soebroto juga merupakan homebased klub sepakbola PPSM Magelang dan homebased sementara PSIS Semarang.

Komplek GOR Samapta dan Stadion Moch. Soebroto sejak akhir tahun 2019 juga dijadikan ajang car free day baru oleh Pemerintah Kota Magelang. Makin pas bagi Anda yang suka olah raga ringan sekaligus hobi kulineran di hari minggu pagi. Saksikan keindahan GOR Samapta dan Stadion Moch. Soebroto dalam video berikut ini.

Jembatan Gantung Kramat, Jembatan Ala Indiana Jones

MataLidah kali ini mengunjungi Jembatan Gantung Kramat yang berlokasi di Jl. Rambutan, Ngembik, Kramat Utara, Magelang Utara, Kota Magelang. Karena letaknya di Kampung Ngembik, jembatan ini sering juga disebut sebagai Jembatan Gantung Ngembik. Bentuknya mengingatkan kita pada jembatan gantung di film Indiana Jones produksi Hollywood yang dibintangi Horison Ford.

Jembatan Gantung Kramat yang memiliki panjang sekitar 100 meter dan lebar 1,8 meter ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat sebagai jalan pintas yang menghubungkan wilayah Desa Rejosari di Kabupaten Magelang dengan Kelurahan Kramat Utara di Kota Magelang. Warga wilayah perbatasan dapat memangkas jarak tempuh hingga 10 kilometer dengan melewati jembatan ini, dibanding jika harus memutar lewat Kecamatan Bandongan atau Windusari.

Jembatan Gantung Kramat membentang dari timur ke barat melintasi Kali Progo, sungai besar yang berhulu di Gunung Sindoro dan bermuara di Samudera Hindia. Berlatar belakang Gunung Sumbing dan dikelilingi area persawahan hijau, membuatnya memiliki view indah terutama di pagi hari saat cerah. Sangat menarik bagi Anda yang memiliki hobi fotografi atau videografi.

Jembatan Gantung Kramat memiliki konstruksi yang sederhana dengan mengandalkan kekuatan kawat baja dan papan kayu, sehingga hanya dapat dilintasi pemotor dan pejalan kaki saja. Saat melewati jembatan ini, bersiaplah dengan sensasi bergoyang, sehingga hanya orang yang sudah terbiasa dan bernyali saja yang berani melintasinya. Apalagi di beberapa bagian, papan kayunya telah hilang dan diganti bilah bambu, sehingga kehati-hatian sangat diperlukan.

Penasaran dengan sensasi melewati Jembatan Gantung Kramat yang memiliki ketinggian sekitar 5 meter diatas permukaan sungai? Silakan saksikan video berikut ini.

RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, Green Hospital yang Rindang

Akhir pekan kali ini, MataLidah berkunjung ke RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, sebuah rumah sakit cagar budaya peninggalan Hindia Belanda yang berlokasi di Jl. A. Yani No. 169, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Magelang.

RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dibangun sejak tahun 1916 dan mulai beroperasi merawat pasien gangguan jiwa sejak 1923. Awalnya bernama Krankzinningengesticht Kramat, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang memiliki ciri arsitektur khas Belanda dengan tata letak bangunan yang simetris. Dirancang oleh Insinyur Scholten, seorang arsitek asli Belanda.

Hampir seluruh area di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang ditumbuhi aneka pepohonan yang rindang dan dihiasi taman-taman yang tertata rapi, menghadirkan nuansa hijau dan sejuk sesuai spirit Green Hospital. Beberapa pohon yang tumbuh menjulang di sekitar bangunan lama, telah berusia puluhan tahun atau hampir sama dengan usia rumah sakit tersebut. Keasrian dan kerindangan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, menjadikannya menarik sebagai destinasi hospital tourism.

Al Mahdi, Masjid Unik dengan Arsitektur Khas China di Kota Magelang

Pada weekend beberapa waktu yang lalu, MataLidah mampir mengunjungi Masjid Al Mahdi yang berlokasi di Jalan Delima Raya, Komplek Perumahan Armada Estate, Kramat Utara, Magelang Utara, Kota Magelang. Masjid ini sangat unik karena memiliki arsitektur khas China, mirip klentheng, sehingga menarik atensi setiap orang yang lewat di depannya.

Tidak hanya bentuk bangunannya, Masjid Al Mahdi juga dilengkapi aneka ornamen khas China seperti lampion dan warna cat yang dominan merah. Untuk menghadirkan nuansa Islami, masjid ini dihiasi dengan berbagai kaligrafi tulisan arab dan asmaul husna. Masjid Al Mahdi dibangun tahun 2016 oleh mualaf keturunan China Kwee Giok Yong, yang berganti nama menjadi Mahdi.

Memiliki luas 290 meter persegi, masjid Al Mahdi mampu menampung 120 jamaah. Untuk ukuran masjid memang tidak terlalu besar, namun karena bentuknya yang unik, masjid ini menjadi populer, tidak hanya sebagai sarana ibadah, namun juga sebagai tempat untuk selfie yang instagenic.

Embung Banjaroya, Pesona Waduk Mini di Atas Bukit Kebun Durian

Masih di wilayah Jogja, kali ini MataLidah mengunjungi Embung Banjaroya, sebuah waduk mini yang berada diatas bukit. Tepatnya di Jl. Kalibawang-Sendang Sono, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Berkat letaknya di ketinggian dan dikelingi kebun durian, membuat Embung Banjaroya memiliki view yang luar biasa indah. Terutama saat cuaca cerah, wisatawan dapat menikmati panorama perbukitan hijau dengan gunung-gunung yang berdiri gagah sejauh mata memandang. Keelokan pemandangan Embung Banjaroya makin terasa, saat sunrise atau sunset.

Embung Banjaroya yang memiliki luas 60 x 80 meter persegi, dibangun untuk menampung air hujan guna dimanfaatkan saat musim kemarau terutama untuk mengairi kebun durian seluas 30 hektar. Kehadirannya bak oase di tengah perbukitan yang menyajikan landscap menawan, menarik minat wisatawan.

Gerbang dan bangunan di sekitar Embung Banjaroya dibuat dengan tema durian Menoreh, salah satu jenis durian lokal yang terkenal lezat di wilayah ini. Bentuknya yang unik dan ikonik membuatnya jadi lokasi favorit untuk selfie wisatawan.

Waduk Sermo, Bendungan Indah di Barat Jogja

Akhir pekan kali ini, MataLidah menyambangi Waduk Sermo, sebuah bendungan yang dibangun pada era Orde Baru, tahun 1994 dan diresmikan tahun 1996. Waduk Sermo masih berfungsi baik sampai saat ini, sebagai sumber irigasi pertanian dan air baku PDAM. Bahkan karena memiliki panorama yang elok, Waduk Sermo kini dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata di kawasan barat Yogyakarta.

Keindahan panorama Waduk Sermo tercipta berkat paduan antara bentang air yang luas dengan bukit-bukit disekitarnya yang diselimuti hutan nan hijau. Keberadaan bangunan-bangunan fasilitas bendungan yang ikonik, menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke destinasi ini.

Waduk Sermo berlokasi di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada pada jalur menuju objek wisata Kalibiru dan Gunung Gajah, lokasi Waduk Sermo terbilang sangat strategis dan mudah dijangkau.