Napak Tilas Jembatan Kereta Api Kranggan Temanggung

Jembatan Kereta Api Kranggan yang melintasi Kali Progo, merupakan bagian dari bekas jalur kereta api Parakan – Secang yang dibangun tahun 1907 oleh perusahaan kereta api milik Hindia Belanda. Dahulu, jalur ini digunakan untuk mengangkut komoditi tembakau dari kawasan Temanggung ke Jogja dan Semarang.

Pada masa kemerdekaan, jalur kereta api ini aktif digunakan untuk angkutan penumpang, tembakau, dan komoditi lainnya, sampai tahun 1973. Setelah periode tersebut, jalur ini tidak lagi digunakan, sama halnya dengan jalur kereta api Semarang – Jogja, karena dianggap tidak lagi ekonomis. Akhirnya semua rel, stasiun dan fasilitas lainnya mangkrak, nyaris tidak terpelihara. Bahkan di beberapa titik sudah berubah jadi pemukiman warga.

Jembatan Kereta Api Kranggan berlokasi tidak jauh dari Jembatan Kranggan yang merupakan bagian dari jalan raya Magelang – Temanggung, sehingga sangat strategis dan mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau umum. Berada satu kawasan dengan Taman Kali Progo yang rindang dan sejuk.

Jembatan Kereta Api Kranggan memiliki view sangat indah karena dikelilingi area persawahan dan pertanian warga yang luas dengan aneka tanaman berselang-seling mengikuti kontur tanah yang berbukit. Di arah barat jembatan, berdiri gagah Gunung Sumbing dan Sindoro yang membuat pemandangan alam makin memukau.

Di era new normal, Jembatan Kereta Api Kranggan, menjadi salah satu destinasi favorit para pecinta gowes di wilayah Magelang dan Temanggung. Untuk memasuki kawasan ini, sama sekali tidak dipungut biaya, kecuali jika Anda memasuki area bermain anak di tepi Sungai Progo. Destinasi ini juga buka 24 jam, dengan waktu kunjung terbaik pada pagi dan sore hari, agar terhindar dari terik matahari.