Al Mahdi, Masjid Unik dengan Arsitektur Khas China di Kota Magelang




Pada weekend beberapa waktu yang lalu, MataLidah mampir mengunjungi Masjid Al Mahdi yang berlokasi di Jalan Delima Raya, Komplek Perumahan Armada Estate, Kramat Utara, Magelang Utara, Kota Magelang. Masjid ini sangat unik karena memiliki arsitektur khas China, mirip klentheng, sehingga menarik atensi setiap orang yang lewat di depannya.

Tidak hanya bentuk bangunannya, Masjid Al Mahdi juga dilengkapi aneka ornamen khas China seperti lampion dan warna cat yang dominan merah. Untuk menghadirkan nuansa Islami, masjid ini dihiasi dengan berbagai kaligrafi tulisan arab dan asmaul husna. Masjid Al Mahdi dibangun tahun 2016 oleh mualaf keturunan China Kwee Giok Yong, yang berganti nama menjadi Mahdi.

Memiliki luas 290 meter persegi, masjid Al Mahdi mampu menampung 120 jamaah. Untuk ukuran masjid memang tidak terlalu besar, namun karena bentuknya yang unik, masjid ini menjadi populer, tidak hanya sebagai sarana ibadah, namun juga sebagai tempat untuk selfie yang instagenic.

1 thought on “Al Mahdi, Masjid Unik dengan Arsitektur Khas China di Kota Magelang”

  1. Arie Iman says:

    Pingin suatu saat mampir dan sholat di masjid unik ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

De Tjolomadoe, Transformasi Keren Pabrik Gula TuaDe Tjolomadoe, Transformasi Keren Pabrik Gula Tua



Kali ini MataLidah menyambangi destinasi wisata De Tjolomadoe, yang berlokasi di Jl. Adi Sucipto No. 1, Malangjiwan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hanya berjarak sekitar 5 menit dari Bandara Adi Sumarmo. Sangat strategis dan mudah dijangkau dengan moda transportasi apapun. De Tjolomadoe adalah landmark bersejarah, berupa komplek pabrik gula tua

Napak Tilas Jembatan Kereta Api Kranggan TemanggungNapak Tilas Jembatan Kereta Api Kranggan Temanggung



Jembatan Kereta Api Kranggan yang melintasi Kali Progo, merupakan bagian dari bekas jalur kereta api Parakan – Secang yang dibangun tahun 1907 oleh perusahaan kereta api milik Hindia Belanda. Dahulu, jalur ini digunakan untuk mengangkut komoditi tembakau dari kawasan Temanggung ke Jogja dan Semarang. Pada masa kemerdekaan, jalur kereta api