Tag Archives: wisata kedu

Pesona Alun-Alun Kota Magelang | Medio 2020

Kali ini MataLidah mengajak Anda menikmati pesona Alun-Alun Kota Magelang, salah satu town square atau pusat kota terindah di Indonesia. Tidak berlebihan disebut demikian karena jika dibandingkan dengan alun-alun di daerah lain yang rata-rata hanya bisa menikmati pemandangan kota saja, Alun-Alun Kota Magelang memiliki view yang sangat keren berkat letaknya yang dikelilingi perbukitan dan gunung-gunung besar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di sisi barat Anda dapat menyaksikan panorama Gunung Sumbing dan di sebelah timur, Anda bisa memandangi keindahan Gunung Merapi dan Merbabu.

Mengutip laman wikipedia, Alun-Alun Kota Magelang dibangun sejak abad ke-18 pada saat Magelang dikuasai kolonial Inggris, oleh Bupati pertama Magelang, Mas Ngabehi Danukromo, lengkap dengan bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Setelah Inggris ditaklukkan oleh Belanda, Magelang dijadikan pusat lalu lintas perekonomian dan kota militer. Pemerintah kolonial Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan di sekitar alun-alun, termasuk menara air minum yang dibangun pada tahun 1918 dan rumah ibadah berbagai agama seperti klenteng dan gereja.

Pada perkembangannya, alun-alun dijadikan sebagai pusat Kota Magelang karena letaknya yang sangat strategis dan mudah dijangkau dengan moda transportasi pribadi maupun umum. Di sekeliling alun-alun berdiri beberapa pusat perbelanjaan seperti Matahari, Gardena, Trio Plaza dan sebuah mall yang akan dibangun di lahan eks Magelang dan Tidar Theatre. Alun-alun juga sangat dekat dengan kawasan Pecinan di Jalan Pemuda, salah satu kawasan pusat perdagangan di Kota Magelang, yang sudah ada sejak zaman pemerintah Kolonial Belanda.

Alun-Alun Kota Magelang sebagai landmark utama Kota Magelang terus berbenah dari tahun ke tahun. Di pertengahan tahun 2020 ini, saat pandemi COVID-19 alun-alun masih tampil keren, meski terkesan sangat sepi. Taman dan dancing fountain di sisi barat masih terpelihara apik. Patung Diponegoro di sisi timur juga masih berdiri gagah dan terawat. Rumput alun-alun juga tampak makin menghijau, menambah keasrian Alun-Alun Kota Magelang. Yang paling terimbas pandemi adalah pusat kuliner Tuin Van Java di sisi utara alun-alun.

Alun-Alun Kota Magelang terbuka untuk umum selama 24 jam dan gratis. Anda hanya dikenakan retribusi jika parkir kendaraan di sekitar alun-alun. Penasaran dengan keindahan Alun-Alun Kota Magelang? Saksikan video youtube berikut ini.

Menyusuri Keindahan Taman Tanggul Kali Kota Magelang

Kali ini MataLidah mengajak Anda menyusuri keindahan Taman Tanggul Kali Kota yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Jika Anda dari arah Semarang, taman ini berada di sisi kanan jalan sebelum pertigaan Terminal Kebonpolo Magelang. Letak Taman Tanggul Kali Kota terbilang sangat strategis dan mudah dijangkau, baik dari arah Yogyakarta maupun dari arah Semarang.

Sesuai namanya, taman ini memang dibangun di tanggul saluran irigasi Kali Kota dan merupakan bagian dari saluran Kali Manggis yang mengalir dari wilayah KabupatenTemanggung ke Kota Magelang. Saluran Kali Kota sendiri dibangun sekitar tahun 1883 oleh Pemerintah Kolonial Belanda dan masih berfungsi baik sampai saat ini. Saluran irigasi Kali Kota memiliki rancangan arsitektur yang unik, dimana dibangun lebih tinggi dari pemukiman dan jalan, dengan dua flyover atau plengkung yang ikonik.

Taman Tanggul Kali Kota menjadi salah satu taman kota dan ruang terbuka hijau di Kota Magelang, sekaligus menjadi tempat rekreasi warga. Taman ini memadukan aneka tanaman berbagai ukuran yang ditata rapi dan dirawat secara periodik, sehingga memunculkan kesan asri dan sejuk. Taman ini juga dilengkapi jogging track di tepi saluran Kali Kota sebagai sarana olah raga ringan seperti jalan santai atau lari pagi. Dari tanggul setinggi hampir 4 meter ini, Anda dapat menikmati pemandangan Kota Magelang dan gunung-gunung di sekitarnya. Menarik untuk dikunjungi, terutama saat pagi atau sore hari. Saksikan keindahannya dalam video berikut ini.

Wisata Gratis di Taman Badaan dan Monumen Ahmad Yani Magelang

Taman Badaan merupakan salah satu ruang terbuka hijau di Kota Magelang, yang berlokasi sangat strategis, yaitu di Jalan Pahlawan No. 190, Potrobangsan, Magelang Utara. Berjarak hanya sekitar 3 kilometer dari Alun-Alun Kota Magelang ke arah utara, Taman Badaan sangat mudah dijangkau dari berbagai arah.

Taman Badaan sudah ada sejak zaman Belanda berupa tanah lapang yang ditumbuhi rerumputan. Oleh Pemerintah Kota Magelang, taman ini kemudian direnovasi menjadi taman kota yang cantik dan menarik. Dilengkapi patung aneka binatang dan wahana permainan sederhana seperti ayunan serta jungkat-jungkit, Taman Badaan menjadi tempat rekreasi bagi warga Magelang dan sekitarnya, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Setelah lelah bermain dan berfoto di area taman, penunjung dapat beristirahat sambil menikmati aneka makanan di Pusat Kuliner Badaan yang berada di sisi selatan taman.

Di sebelah barat Taman Badaan terdapat Monumen Ahmad Yani yang juga sudah dikembangkan menjadi ruang publik terbuka hijau. Lengkap dengan air mancur, taman modern dan akses WIFI gratis, Monumen Ahmad Yani menjadi lokasi favorit warga untuk berkumpul dan melakukan aneka aktivitas. Pengunjung dapat belajar sejarah sekaligus hangout di lokasi ini.

Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, Taman Badaan dan Monumen Ahmad Yani telah menjadi ikon Kota Magelang yang makin indah dan modern. Perlu dicatat, bahwa rekreasi di Taman Badaan dan Monumen Ahmad Yani tidak dipungut tiket masuk, alias gratis. Yang perlu dilakukan hanyalah berlaku sopan, tidak merusak fasilitas dan menjaga kebersihan. Selengkapnya dapat Anda saksikan dalam video berikut ini.

Jembatan Bandongan | Sisi Lain Pesona Alam Kali Progo

Pesona alam di sepanjang aliran Kali Progo memang sudah dikenal keren dan memukau. Sungai yang berhulu di Gunung Sindoro ini mengalir melalui beberapa wilayah di selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta, sebelum akhirnya bermuara ke Samudera Hindia. Kali Progo membawa kesuburan di sekitar wilayah yang dilewatinya, menciptakan hijaunya lahan pertanian dan aneka tumbuhan yang sangat indah dipandang mata. Kali ini, MataLidah mencoba menikmatinya dari Jembatan Bandongan yang berlokasi di perbatasan antara Kota Magelang dan Kabupaten Magelang sisi barat.

Jembatan Bandongan dibangun tahun 1995 pada era Orde Baru dan masih kokoh berfungsi sampai saat ini. Memiliki panjang sekitar 80 meter dan lebar sekitar 8 meter, jembatan ini menjadi jalur transportasi utama dari Kota Magelang ke wilayah Kecamatan Bandongan dan sekitarnya.

Dari sekitar Jembatan Bandongan, Anda dapat menikmati indahnya landscape pertanian di sekitar Kali Progo yang membentang hijau dengan latar belakang Gunung Sumbing di sisi barat. Sangat pas untuk lokasi fotografi atau videografi. Selengkapnya dapat Anda saksikan di video ini.

Al Mahdi, Masjid Unik dengan Arsitektur Khas China di Kota Magelang

Pada weekend beberapa waktu yang lalu, MataLidah mampir mengunjungi Masjid Al Mahdi yang berlokasi di Jalan Delima Raya, Komplek Perumahan Armada Estate, Kramat Utara, Magelang Utara, Kota Magelang. Masjid ini sangat unik karena memiliki arsitektur khas China, mirip klentheng, sehingga menarik atensi setiap orang yang lewat di depannya.

Tidak hanya bentuk bangunannya, Masjid Al Mahdi juga dilengkapi aneka ornamen khas China seperti lampion dan warna cat yang dominan merah. Untuk menghadirkan nuansa Islami, masjid ini dihiasi dengan berbagai kaligrafi tulisan arab dan asmaul husna. Masjid Al Mahdi dibangun tahun 2016 oleh mualaf keturunan China Kwee Giok Yong, yang berganti nama menjadi Mahdi.

Memiliki luas 290 meter persegi, masjid Al Mahdi mampu menampung 120 jamaah. Untuk ukuran masjid memang tidak terlalu besar, namun karena bentuknya yang unik, masjid ini menjadi populer, tidak hanya sebagai sarana ibadah, namun juga sebagai tempat untuk selfie yang instagenic.

Wisata Religi dan Budaya di Kebun Raya Gunung Tidar, Kota Magelang

Weekend kali ini, MataLidah mengunjungi Kebun Raya Gunung Tidar, sebuah bukit yang masih terpelihara alami dan asri di tengah Kota Magelang, tepatnya di Jl. Jenderal Sudirman, Kecamatan Magelang Selatan. Keasrian Gunung Tidar tercipta karena banyaknya pohon pinus dan aneka vegetasi lainnya yang tumbuh rindang mulai kaki sampai puncak bukit. Aneka satwa seperti monyek ekor panjang, ular dan elang Jawa juga masih banyak dijumpai di bukit ini. Tidak berlebihan jika Gunung Tidar diberi label Kebun Raya.

Untuk naik ke puncak Gunung Tidar, wisatawan harus menyusuri ratusan anak tangga yang terbuat dari batu candi lengkap dengan pegangan besi di kanan dan kirinya. Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke puncak. Sebelum sampai ke puncak, terdapat situs makam Syekh Subakir dan Kyai Sepanjang, yang selalu ramai dikunjungi peziarah.

Di kawasan puncak Gunung Tidar, terdapat ruang terbuka hijau yang cocok untuk aneka aktivitas, juga terdapat aneka bangunan ikonik yang menarik atensi wisatawan terutama untuk background selfie. Ada juga beberapa petilasan seperti makam Kyai Semar dan tempat pertapaan Raden Purbaya di bawah pohon beringin besar. Gunung Tidar lekat pula dengan cerita misteri, mitos dan legenda, sehingga menarik bagi wisatawan yang gemar dengan aktivitas napak tilas dan ziarah. Sehingga membuat Gunung Tidar menjadi destinasi wisata budaya dan religi.